Generasi Baru
Sejak Dao Ancestor menjadi Dao Creator, sebuah Chaos baru pun sepenuhnya lahir. Pangu menyatukan Great Dao World miliknya dengan Great Dao World milik Dao Ancestor.
Untuk sesaat, nama Chaos itu menyebar luas dan sama sekali tidak kalah termasyhur dibandingkan Primordial Chaos. Semua makhluk hidup tahu bahwa Chaos tersebut akan tumbuh menjadi raksasa yang tak terbendung. Karena itu, berbagai faksi berusaha menjalin hubungan baik dengannya.
Namun, pada saat itu, bahaya mengancam Chaos.
Keturunan yang dahulu dilindungi oleh pengorbanan seluruh Dao Heavenly Race ternyata telah tumbuh menjadi seorang Great Dao Supreme dan mulai mengacaukan Chaos.
Dao Ancestor dan Pangu masih merasa sedikit bersalah kepada Dao Heavenly Race. Karena itu, mereka tidak ikut campur, membuat seluruh makhluk hidup di Chaos diliputi kegelisahan.
Sosok yang mewarisi providence Dao Heavenly Race bernama Dao Heaven. Semula, itu bukanlah namanya. Namun, setelah membangkitkan kembali ingatannya, ia mengganti namanya menjadi Dao Heaven. Kini, Dao Heaven adalah nama sejatinya.
Dao Heaven tidak sendirian. Ia memiliki tiga orang Master.
Dao Sovereign, Zhao Xuanyuan, dan Jiang Yi masih termasyhur di Endless Era. Bagaimanapun, mereka adalah sosok-sosok perkasa yang telah selamat dari Great Dao Immeasurable Calamity dan juga tengah menciptakan Great Dao World mereka masing-masing.
Dengan dukungan mereka, para ahli perkasa yang ingin mengambil hati Dao Ancestor tidak berani menyerang. Hal itu membuat Dao Heaven dapat bergerak dengan leluasa.
Peristiwa ini menarik perhatian seluruh Endless Era. Terlebih lagi, setelah latar belakang Dao Heaven terungkap, kisah tersebut menjadi semakin dramatis.
Han Jue pun ikut tertarik dan mulai memperhatikan Dao Heaven.
Dao Sovereign dan dua orang lainnya mendukung Dao Heaven semata-mata demi membalas dendam. Mereka ingin membalas dendam kepada Laozi karena telah menyatu dengan Lao Dan.
Laozi juga merupakan murid tertua Dao Ancestor. Setelah Dao Ancestor muncul, hubungan guru dan murid itu menjadi sangat dekat.
Karena itu, Laozi hanya bisa berfokus menghindari mereka.
Setelah mengamati beberapa saat, Han Jue mengalihkan pandangannya.
Ia sungguh iri kepada Dao Ancestor.
Setidaknya, Dao Ancestor masih memiliki musuh.
Han Jue sudah mulai merasakan kesepian karena tak terkalahkan. Sosok berambut putih yang disebut-sebut itu juga berada jauh di masa depan. Selain berkultivasi, nyaris tak ada lagi yang mampu menarik minatnya.
Ia bahkan sempat berpikiran usil. Haruskah ia membuat Endless Era kacau hanya untuk mengusiknya?
Sudahlah. Endless Era masih belum cukup kuat. Nanti, setelah lebih banyak Dao Creators muncul, barulah ia bisa menurunkan bencana kepada Endless Era.
Dengan tingkat kultivasi Han Jue saat ini, semua makhluk hidup tidak berarti di matanya. Ia hanya bertindak sesuai kata hatinya.
Han Jue kemudian mengalihkan perhatian kepada yang lain.
Terutama cucunya, Han Liang dan Chu Xiaoqi.
Berkat bantuan dua Dao Creators, tingkat kultivasi Han Liang terus meningkat. Dengan bantuan Primordial Chaos, perkembangan Chu Xiaoqi juga tak kalah pesat. Secara keseluruhan, keduanya seolah-olah memperoleh dukungan dari tiga Dao Creators.
Meski kedua cucu itu belum pernah bertemu, mereka telah menjadi tolok ukur perbandingan di antara generasi sebaya.
Di generasi mereka, nyaris tak ada seorang pun yang lebih menonjol daripada keduanya. Selain itu, mereka juga sangat dihargai oleh para Dao Creators.
Pertanyaan mengenai siapa di antara mereka yang akan lebih dahulu menjadi Dao Creator telah menjadi bahan pembicaraan di kalangan para kultivator. Melihat kedua cucunya berkembang dengan baik, Han Jue merasa puas.
Ia kembali memejamkan mata dan melanjutkan kultivasi.
…
Di dalam kehampaan.
Seorang pria berjubah hitam sedang melaju. Tubuhnya kekar, sementara wajahnya memancarkan aura kuno. Rambut merah darahnya berkibar liar seperti kobaran api.
Dialah Dao Heaven, keturunan terakhir Dao Heavenly Race.
Ia melesat dengan kecepatan tinggi, menembus kehampaan, lalu tiba di sebuah benua yang sunyi. Daratan itu datar, tandus, dan tak berpenghuni.
Di tengah benua, tiga sosok duduk bermeditasi sambil saling berhadapan. Tiga aura mengerikan menyatu, menyebabkan ruang di sekitarnya berfluktuasi seolah-olah akan hancur kapan saja.
Dao Heaven mendarat di belakang mereka, lalu berlutut.
Tanpa membuka mata, Zhao Xuanyuan bertanya,
“Kenapa kau datang?”
Dao Heaven menjawab,
“Aku tidak ingin membalas dendam lagi.”
Zhao Xuanyuan terdiam.
Dao Sovereign dan Jiang Yi tidak mengatakan apa-apa. Mereka terus berkultivasi.
Dao Heaven menarik napas dalam-dalam.
“Aku pergi ke Chaos dan tiba-tiba memahami alasan Dao Heavenly Race menghilang. Mereka telah membatasi perkembangan Chaos, sehingga Dao Ancestor tidak punya pilihan selain turun tangan. Fakta bahwa Dao Ancestor masih membiarkanku hidup sudah merupakan bentuk kemurahan hati terbesar yang dapat diterima Dao Heavenly Race.”
Zhao Xuanyuan tersenyum.
“Baguslah kalau kau sudah memahaminya. Namun, kami telah memberimu begitu banyak tekanan. Kalau kau tiba-tiba berhenti sekarang, bagaimana kami akan menjaga reputasi kami?”
Hati Dao Heaven tersentuh. Ia segera bersujud hingga dahinya menyentuh tanah dan tidak mengangkat kepala.
Jiang Yi menambahkan,
“Kalau kau tidak ingin membalas dendam lagi, biarlah. Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”
Zhao Xuanyuan sebenarnya hanya bercanda. Mereka tidak benar-benar mempermasalahkan Lao Dan. Namun, selama masih bisa membuat Dao Ancestor dan Laozi kesal, mereka tentu bersedia melakukannya.
Konflik mereka dengan Laozi dan Dao Ancestor kini tak lebih dari pertengkaran kecil. Kedua pihak sama-sama tidak menganggapnya serius. Namun, Dao Heaven tetap merasakan tekanan yang sangat berat.
Dao Heaven berkata dengan suara rendah,
“Para Master, tolong hukum aku. Aku tidak berani mengharapkan apa pun lagi.”
Selama jutaan tahun, ia telah mengacaukan Chaos. Pada awalnya, ia merasa puas, tetapi seiring waktu berlalu, ia mulai lelah. Ia pun menyelidiki masa lalu. Setelah memahami kebenaran yang sebenarnya, ia kembali diliputi kebingungan.
Tugasnya adalah membalas dendam. Namun, apa yang harus dilakukannya sekarang setelah ia tidak lagi ingin membalas dendam?
Kini, ia tidak ingin melakukan apa pun lagi. Setidaknya, ia ingin mendapatkan pengampunan dari ketiga Master-nya. Ia sangat memahami alasan dirinya dapat bertindak sesuka hati. Selain karena kemurahan hati Dao Ancestor, ia juga selama ini mengandalkan pengaruh ketiga Master-nya. Tanpa itu semua, para tokoh perkasa yang ingin menyenangkan Dao Ancestor dapat menghancurkannya kapan saja.
Zhao Xuanyuan bertanya dengan ekspresi aneh,
“Menghukummu? Bagaimana caranya? Haruskah aku menyuruhmu meminta maaf kepada Dao Ancestor dan mengatakan bahwa semua ini hanyalah obsesimu sendiri, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami?”
Dao Heaven terdiam. Meskipun ia tidak lagi ingin membalas dendam, ia tetap tidak menyukai Dao Ancestor. Bagaimanapun juga, Dao Ancestor memang telah menyebabkan kehancuran Dao Heavenly Race. Paling-paling, ia hanya akan berhenti berhubungan dengannya.
Dao Sovereign membuka mata.
“Sudahlah. Jangan terus menggodanya.”
Ia menatap Dao Heaven dan melanjutkan,
“Bagus kalau kau sudah memahaminya. Sebenarnya, mustahil bagimu untuk membalas dendam. Bagaimanapun juga, Dao Ancestor adalah seorang Dao Creator. Bahkan jika kami bertiga bergabung, kami tetap bukan tandingannya. Kami tidak pernah mengharapkanmu melakukan apa pun untuk kami. Kami menerimamu sebagai murid karena mengagumi keberanian dan tekad pantang menyerahmu.”
Dao Heaven mengangkat kepala dan menatapnya. Dahulu, First Master-lah yang paling keras terhadapnya. Ia tidak menyangka bahwa kini, justru dialah yang paling toleran.
Zhao Xuanyuan tersenyum.
“Untuk sementara, berkultivasilah di sini. Menurutku, tidak realistis memintanya mengejar ketertinggalan dari Chu Xiaoqi dan Han Liang.”
Jiang Yi membuka mata.
“Biarkan dia mencoba. Kalaupun gagal, setidaknya dia akan berkembang.”
Chu Xiaoqi dan Han Liang?
Dao Heaven merasa kedua nama itu terdengar tidak asing. Setelah mengingatnya dengan saksama, ia langsung terkejut.
Kedua orang itu sudah mulai menerobos ke Dao Creator Realm.
Dengan suaranya yang bergetar, ia bertanya,
“Kalau begitu, masih bisakah aku menyusul mereka?”
Zhao Xuanyuan tersenyum.
“Ngomong-ngomong, kau masih belum tahu identitas kami?”
Dao Heaven menatap mereka.
“Aku memang tidak tahu. Mungkinkah kalian juga Dao Creators?”
Wajah Zhao Xuanyuan berkedut. Untuk sesaat, ia bahkan ingin melumpuhkan muridnya sendiri.
Jiang Yi berkata,
“Kami semua berasal dari Hidden Sect. Han Liang dan Chu Xiaoqi adalah Junior Martial Brothers kami.”
Dao Heaven akhirnya mengerti. Ia menatap ketiga Master-nya dengan penuh kekaguman.
Hidden Sect.
Bisa menjadi Senior Martial Brother bagi Han Liang dan Chu Xiaoqi—itu jelas merupakan legenda abadi!
Akhir Chapter 1179
💬Komentar (0)
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *