Mordret of Nowhere
Menara kuno itu berderit saat kekuatan-kekuatan mustahil saling bertubrukan di bawah permukaan dunia. Di dalam diri King of Nothing, Will miliknya dan keniscayaan akan kematiannya bertabrakan dalam kobaran kekuatan yang dahsyat. Jiwanya maupun dunia di sekitarnya sama-sama menderita akibat dampak benturan tersebut.
Cassie terdorong ke belakang, menghantam dinding Ebony Tower dengan momentum yang cukup kuat hingga membuat debu obsidian berhamburan turun dari atas.
Di hadapannya, Mordret sedang berusaha membentuk sebuah soul core baru—sebuah Sacred soul core—dari nebula luas berisi serpihan-serpihan bercahaya yang berputar di pusaran badai yang memorak-porandakan Soul Sea miliknya. Will miliknya bagaikan gaya tarik tirani yang menekan inti-inti yang hancur itu dengan tekanan yang mustahil. Dihancurkan oleh kekuatan tersebut, serpihan-serpihan itu perlahan menyatu menjadi bola serupa berlian.
Sepanjang proses itu, jiwanya terus runtuh, hanya bertahan berkat tekad hidupnya yang luar biasa sengit... tekad untuk menjadi sesuatu, alih-alih larut dalam ketiadaan dan lenyap untuk selamanya.
Pasti ada hal lain di balik semua ini—suatu rahasia yang diketahui Mordret, misteri yang ia temukan dalam perjalanannya sementara Cassie tidak. Cassie bahkan tidak bisa menerka apa rahasia itu. Yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu dan mengamati di tengah kegelapan yang mengepungnya.
Di dalam benaknya, rune yang menggambarkan Mordret berubah perlahan.
Rune-rune itu bertuliskan:
Rank: Supreme.
Class: —
Soul Cores: [0/7]... [1/7]... [0/7]...
Seolah-olah Nightmare Spell sekalipun tidak tahu bagaimana harus menafsirkan keadaan batas dari jiwanya yang sedang hancur.
Mordret akan mati—ia memang ditakdirkan untuk mati.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia tak kunjung mati.
Ebony Island terus berguncang saat di suatu tempat di luar sana, Dreamspawn bergerak semakin dekat ke menara milik Demon of Destiny. Sementara itu, Mordret terhuyung dan jatuh berlutut, erangan penuh siksaan lolos dari bibirnya.
Erangan itu berubah menjadi geraman, lalu menjadi tawa gila.
Ia terdengar seolah merasa sangat terhibur.
Badai jiwa yang berkecamuk di dalam dirinya semakin mengganas saat nebula serpihan bercahaya itu berputar kian cepat, kian cepat, dan semakin cepat lagi. Semuanya dihancurkan menjadi bentuk bola dan ditempa ulang di bawah tekanan pemusnah.
Memadat menjadi sesuatu yang baru, sesuatu yang agung dan tak terduga...
Menjadi inti dari sesosok dewa.
Berjuang untuk tetap berdiri tegak, Cassie menarik napas pendek.
Apakah ia benar-benar akan berhasil?
Ia tidak tahu.
‘Aku tidak tahu...’
Namun, ia punya firasat.
Rune-rune miliknya terus berubah, menggambarkan kondisi ketidakpastian kosmik.
Rank: Supreme.
Rank: S... me...
Rank: S...
Rank: Sa... cre...
Rank: ...red
Dalam penglihatan batinnya, seolah-olah ada dua deret rune yang saling bertumpuk, keduanya saling berebut untuk mengalahkan kilau satu sama lain.
Namun, pada saat yang sama, deretan rune yang mendeskripsikan jumlah soul core Mordret mulai mencapai keadaan yang tidak lagi membingungkan. Tampaknya ada dua set rune juga di sana, tetapi yang satu secara bertahap menyingkirkan yang lain. Kerlip rune ini semakin terang, sementara pendaran dari set yang lain semakin meredup, siap lenyap sepenuhnya.
Soul Cores: [0/7]... [1/7]... [1/7]... [0/7]... (1/7)... 1/7]. [1/7].
Hingga akhirnya deret rune kedua lenyap sepenuhnya.
Cassie sampai lupa bernapas.
Di sana, di dalam kegelapan yang menyelimutinya, sederet rune menyala dengan pancaran yang menyilaukan, kilau peraknya berpadu dengan semburat emas pucat.
Soul Cores: [1/7].
Setelah itu, rune tersebut tidak berubah lagi. Dan di sana, di dalam jiwa Mordret, soul core raksasa itu hampir terbentuk sempurna. Lapisan luarnya masih bergejolak, dipenuhi retakan yang perlahan menyatu menjadi satu kesatuan utuh yang kokoh, tetapi bagian intinya telah menjadi stabil.
Dan saat soul core tersebut mencapai kondisi seimbang, keberadaannya mulai memberi dampak baik pada jiwanya alih-alih menghancurkannya.
Kekuatan yang tadinya mencabik-cabik jiwa Mordret kini justru berfungsi menstabilkannya, mengerahkan daya yang menyatukan kepingan-kepingan yang hancur, bertindak sebagai jangkar spiritual yang mencegah jiwanya terurai.
Mata Cassie membelalak.
Rune-rune itu berubah sekali lagi.
Rank: S... d...
Rank: Sa.. cr...
Rank: Sac... e...
Lalu, setelah momen keraguan yang cukup panjang, pendaran rune-rune itu tiba-tiba menjadi mantap dan cemerlang.
Tak tergoyahkan.
Rune itu menyatakan:
Rank: Sacred.
Cassie bersandar pada dinding sambil menahan napas.
Ia terpana.
‘Dia... dia berhasil? Dia benar-benar berhasil?’
Keheningan panjang tercipta. Segala sesuatu di dunia seakan membeku.
Kekuatan tak kasat mata yang menekan Cassie ke belakang tampak melemah, dan benda-benda tak terhitung jumlahnya yang melayang di udara hampir berjatuhan...
‘Dia berhasil!’
Cassie membuka mulutnya, hendak mengatakan sesuatu.
Namun kemudian, firasat mengerikan tiba-tiba mencengkeram hatinya, dan rasa waswas yang luar biasa membanjiri benaknya.
Sesaat kemudian, jeritan memilukan memecah keheningan, membuatnya spontan menutup telinganya.
Itu adalah Mordret... Mordret sedang menjerit.
Suaranya dipenuhi penderitaan yang begitu tak terlukiskan, menusuk Cassie bagaikan pisau.
'A-apa... apa yang...'
Apa yang bisa membuat King of Nothing—yang tetap bersikap acuh tak acuh saat ribuan wadahnya dibantai dengan berbagai cara mengerikan—menjerit seperti itu? Cassie tidak bisa melihatnya...
Namun jika bisa, dia pasti akan menyaksikan perubahan samar yang terjadi pada soul core raksasa yang bersinar terang di langit suram inner Realm miliknya.
Kini ada sebuah cacat pada pancaran sinarnya, yang entah sejak kapan telah muncul di sana...
Ada setetes kegelapan kecil yang nyaris tak terlihat tepat di jantungnya.
Namun, tetesan kegelapan itu tidak bertahan kecil lebih dari sesaat.
Kegelapan itu membesar dengan kecepatan yang mengerikan, tumbuh bagaikan tumor ganas. Sulur-sulur kegelapan menjijikkan itu menusuk jantung soul core Mordret seperti pembuluh darah, lalu menjalar keluar dan merasuki seluruh massanya yang agung.
Retakan-retakan yang hampir menyatu kembali terkoyak, dan lapisan luar inti tersebut mulai hancur saat bagian tengahnya ditelan oleh kegelapan.
Oleh Corruption.
Jeritan Mordret yang mengerikan dan tidak manusiawi bergema di aula besar Ebony Tower bagaikan rentetan kutukan yang memekakkan telinga, membuat Cassie menggigil oleh hawa dingin yang mencekam.
Dan di dalam mata batinnya, rune-rune itu berubah sekali lagi.
Rank: Sacred.
Rank: Sa... ed...
Rank: Sup... me...
Rank: Supreme.
Rank: Sup... e...
Rank: Gr... t...
Dan akhirnya, deretan rune yang menggambarkannya sebagai makhluk Supreme mulai goyah, sementara deretan baru mulai menggantikannya. Cassie bergidik ketika melihat deretan rune baru tersebut, yang perlahan-lahan menjadi satu-satunya yang tersisa.
Rune-rune itu memberitahukan sesuatu yang sangat dia harapkan tidak akan pernah dia ketahui.
Rune itu menyatakan:
..Rank: Great.
Dia mematung, terpukul dan belum sanggup mencerna arti dari apa yang dia lihat.
Tepat pada saat itulah pulau tersebut berguncang untuk terakhir kalinya, jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, dan sesuatu mendobrak gerbang besar Ebony Tower—melemparkannya melayang ke dalam hingga hancur menghantam lantai.
Akhir Chapter 2962
💬Komentar (0)
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *