Star of Disaster for the Prince
"Mengenai apakah hal ini benar atau tidak, hamba tidak tahu. Namun, dengan prince yang mendampingi mereka, itu artinya Ancient emperor pasti sudah menyetujuinya, jika tidak, mana mungkin city lord memerintahkan agar kota ini ditutup," jelas pria berbadan tegap itu.
"Memilih selir?"
Wang Lin tertegun, tetapi tidak memikirkannya terlalu dalam. Ia hanya merasa konyol bahwa emperor dari Ancient Dao, tempat yang harus ia lindungi, sampai mengirim orang jauh-jauh ke dua negara lainnya hanya untuk memilih seorang selir.
"Namun, karena aku bisa bertemu dengan orang-orang dari Ancient Dao di sini, mereka pasti memiliki peta terperinci untuk menuju ke 12 countries of the Ancient Dao. Ini membuatku tidak perlu repot-repot mencari peta."
Setelah merenung sejenak, Wang Lin hendak bertanya lebih lanjut ketika ia menoleh ke arah kota.
Langkah kaki terdengar dari dalam kota. Tak lama kemudian, dua pasukan prajurit berzirah hijau bergegas keluar dari gerbang.
Jumlah mereka hampir mencapai 1.000 orang di kedua pasukan tersebut. Mereka keluar dari kota dengan cepat sembari memancarkan aura membunuh yang pekat.
Pada saat yang sama, tiga orang melangkah keluar dari dalam kota.
Orang paling depan di antara ketiganya adalah seorang pria berbadan tegap. Tingginya hampir 10 kaki, jauh lebih tinggi dibandingkan orang-orang di sekitarnya.
Ia mengenakan zirah emas dan jubah merah. Tanpa perlu menunjukkan kemarahan, sosoknya sudah memancarkan tekanan yang kuat saat melangkah maju dengan lebar.
Di belakang pria berzirah emas itu, di sebelah kiri, berdiri seorang pria paruh baya. Wajahnya tampan dan ia mengenakan jubah biru layaknya seorang cultivator, memancarkan aura celestial yang anggun.
Pria ini memiliki tiga helai janggut di dagunya, berkulit putih bersih, dan memegang kipas hitam. Meskipun ia memancarkan aura celestial, matanya dengan jelas memperlihatkan sifat demonic. Mata kirinya tampak diselimuti kabut aneh yang berputar-putar.
Orang terakhir berdiri di sebelah kanan. Ia adalah seorang pemuda berbusana hitam. Raut wajahnya dingin, tetapi tak bisa menyembunyikan kekejaman dan niat membunuh di matanya.
Ia berdiri di sana seolah-olah ada api yang membakar bagian dalam dan luar tubuhnya, namun api ini terasa begitu dingin.
Keduanya jelas memperlakukan pria berbadan tegap itu sebagai pemimpin mereka. Pria berzirah emas itu berjalan melewati kedua pasukan prajurit lalu menatap ke kejauhan.
Ia tampaknya merasakan sesuatu, lalu berbalik menatap Wang Lin!
Bukan hanya dia, dua orang di belakangnya juga menoleh di saat yang sama. Pandangan mereka tertuju pada sembilan bintang di antara alis Wang Lin, dan mata mereka langsung berbinar.
"Hamba menyambut God Lord City Lord, Demon Lord, dan Devil Lord!"
Dua pria berzirah kulit di dekat Wang Lin beserta lima orang di luar gerbang langsung berlutut tanpa ragu. Sikap mereka terlihat sangat hormat.
Namun, pria berbadan tegap berzirah emas itu menghiraukan mereka. Ia menatap Wang Lin dengan keheranan.
"Anggota klan ini tampak sangat asing. Aku adalah city lord dari Blackstone City. Boleh tahu, apakah rekan sesama klan membutuhkan bantuan?" Pria berbadan tegap berzirah emas itu merapatkan tangannya memberi hormat kepada Wang Lin.
"Aku Kong Shi." Pria paruh baya berbaju biru dengan mata demonic itu tersenyum sambil merapatkan tangan memberi hormat kepada Wang Lin.
Hanya pemuda berjubah hitam yang menatap Wang Lin dan tetap bungkam.
Wang Lin tersenyum lalu merapatkan tangannya. "Namaku Wang Lin. Secara kebetulan, aku mendengar bahwa prince dan duta besar Ancient Dao sedang berkunjung ke sini. Jika berkenan, aku ingin menemui mereka. Namun jika tidak nyaman, aku akan pergi."
Ia sama sekali tidak bersikap angkuh meskipun memiliki tingkat cultivation yang tinggi dan status yang terpandang. Kepribadian Wang Lin memang selalu seperti ini. Jika orang lain bersikap hormat padanya, ia tentu akan membalasnya dengan rasa hormat yang sama.
"Karena Saudara sudah datang ke sini, maka Anda adalah tamu kami. Brother Wang bisa tinggal dan menunggu bersama kami." Pria berbadan tegap berzirah emas itu tersenyum.
Melihat orang itu, terutama saat merasakan kekuatan ancient god dari dalam diri pria berbadan tegap tersebut, Wang Lin merasakan kehangatan yang tak asing.
Ia tersenyum sembari melangkah maju dan berdiri di samping mereka bertiga.
"Brother Wang juga seorang God Lord, dan sepertinya telah melewati ujian kedua. Anda pasti sudah memasuki tahap Fusing the Demon and Refining the Devil. Bagaimana perkembangannya?" Pria berbadan tegap itu menatap Wang Lin sambil tersenyum.
"Fusing the Demon and Refining the Devil?"
Hati Wang Lin bergetar, namun ekspresi wajahnya tetap tenang. Ia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tanpa mengucap sepatah kata pun.
"Menghubungkan, melebur, dan memurnikannya itu sangat sulit. Mana mungkin semudah itu? Dari penampilannya, dia tidak memancarkan aura demon atau devil sedikit pun, artinya dia masih merabanya. Liang Yun, ini sama saja dengan tidak bertanya," kata pemuda berbaju hitam itu dingin.
Pandangannya menyapu ke arah Wang Lin dengan sedikit rasa jijik.
"Meng Luo!"
Pria kekar berzirah emas itu mengerutkan kening saat menatap pemuda berbaju hitam. Dia lalu merapatkan kedua tangannya ke arah Wang Lin sambil tersenyum pahit.
"Aku menduga Wang Lin bisa melihat kalau Meng Luo ini adalah seorang Devil Lord dan kepribadiannya memang buruk. Aku berharap Brother Wang tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati. Menghubungkan, melebur, dan memurnikan ini memang terlalu sulit. Aku sendiri belum membuat banyak kemajuan," ucap pria kekar berzirah emas itu meminta maaf.
"Tidak masalah." Wang Lin tersenyum.
Dia memang sama sekali tidak memedulikan hal-hal kecil seperti ini.
Mereka mengobrol sebentar lagi. Pria kekar berzirah emas dan Kong Shi mencoba mencari tahu asal-usul Wang Lin, tetapi pada akhirnya mereka tidak mendapatkan jawaban apa pun.
Lama-kelamaan, mereka kehilangan keinginan untuk berbicara dan suasana menjadi hening.
Keheningan itu tidak berlangsung lama sebelum Wang Lin menyadari sesuatu. Dengan santai, dia menatap ke arah langit.
Kong Shi yang sejak tadi terus mengamati Wang Lin ikut menengadah begitu melihat tindakan Wang Lin, tetapi dia tidak menemukan apa-apa.
Namun, tepat ketika dia hendak menarik pandangannya, matanya mendadak menyempit. Pria kekar dan pemuda berbaju hitam itu juga menatap ke langit dengan penuh rasa hormat dan antusiasme.
Pada saat ini, langit berubah drastis dan lapisan riak bergulung-gulung. Suara gemuruh dahsyat berkumandang saat sebuah tinju muncul dari udara kosong dan menghantam langit.
Seiring raungan yang menggema, langit seolah-olah hendak runtuh dan riak yang semakin banyak terus bergetar. Retakan demi retakan bermunculan hingga langit terlihat seperti akan pecah.
Dua tangan raksasa menerobos langit dan merobek celah yang sangat besar.
Sebuah bayangan hijau raksasa setinggi ratusan ribu kaki dengan tanduk di kepalanya mengoyak langit dan melangkah keluar!
Bayangan hijau ini mengenakan baju zirah hijau dan memancarkan demonic aura yang sangat dahsyat. Demonic aura ini berubah menjadi kabut yang menyebar tanpa henti ke segala arah.
Ini jelas-jelas adalah sosok ancient demon!!
Matanya berwarna merah darah, sarat akan niat kekerasan. Begitu muncul, sosok itu langsung meraung keras. Dia mengambil langkah besar keluar dari retakan dan mendarat di tanah!
Ketika kakinya menginjak bumi, gelombang kejut menyebar ke segala arah, menghempaskan tanah bagaikan gelombang pasang.
Saat melihat ancient demon tersebut, hati Wang Lin bergetar dan matanya menyempit.
"Ini... Ini bukanlah ancient demon biasa!"
Wang Lin seketika bisa melihat keanehannya dalam sekali pandang. Dia pernah melihat ancient demon di cave world, tetapi sama seperti ancient god, kecuali jika mereka memperlihatkan wujud aslinya, mereka akan tampak seperti orang biasa.
Namun, bahkan setelah memperlihatkan wujud asli mereka, mereka tetap mempertahankan kesadaran dan tidak akan jatuh ke dalam kegilaan. Yang paling penting, demonic aura yang dipancarkan ancient demon ini sama kuatnya dengan kultivator Empyrean Exalt.
Saat ancient demon menginjakkan kaki di tanah dan meraung, pria berzirah emas, Demon Lord, dan pemuda berbaju hitam itu langsung berlutut dengan satu kaki dan berkata dengan hormat, "Greetings, Prince!"
Bukan hanya mereka, tetapi 1.000 prajurit di samping mereka juga ikut berlutut dengan penuh semangat. Bahkan orang-orang di dalam kota yang melihat ancient demon itu merasakan hati mereka bergetar dan berlutut di tanah.
Satu-satunya orang yang tidak berlutut, baik di dalam maupun di luar kota, adalah Wang Lin.
Pria berzirah emas itu segera menyadari bahwa Wang Lin tetap berdiri tegak. Dia terperanjat dan dipenuhi rasa tidak percaya. Kong Shi juga merasakan hal yang sama, bahkan pemuda berbaju hitam memperlihatkan raut ketakutan.
Bagaimana mungkin seorang Prince biasa bisa membuat Wang Lin berlutut?
Bahkan seorang Grand Empyrean pun tidak akan bisa membuat Wang Lin berlutut. Di hadapan Celestial Emperor sekalipun, Wang Lin hanya perlu merapatkan kedua tangannya.
Wang Lin menatap tenang ke arah ancient demon yang sedang meraung itu, lalu melihat sosok yang berdiri di atas kepalanya.
Orang itu mengenakan jubah kerajaan dan rambut hitamnya berkibar ditiup angin. Dia adalah seorang pemuda berpenampilan biasa, tetapi memiliki wibawa dan temperamen yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Di belakangnya, berdiri seorang wanita berbaju biru. Dia tampak cukup muda, dan ketika pandangannya tertuju pada Wang Lin, dia terkejut.
Pemuda berjubah kerajaan itu juga melihat Wang Lin, satu-satunya orang yang tetap berdiri.
Langit kembali bergemuruh. Pemuda itu mendongak dan tidak lagi menatap Wang Lin saat dia kembali memandang ke arah langit.
Bayangan raksasa lainnya keluar dari retakan yang terobek lebar. Bayangan ini sedikit lebih kecil. Saat melangkah keluar, terungkap dua tanduk di kepalanya dengan tubuh yang berwarna hitam.
Itu adalah sosok ancient devil!
Mata ancient devil ini juga berwarna merah, dipenuhi kegilaan dan kekejaman seolah-olah hendak kehilangan kendali. Ia melepaskan raungan keras.
Di atas kepalanya, berdiri tujuh orang.
Di antara ketujuh orang itu, terdapat lima pria dan dua wanita. Mereka merapatkan tangan memberi hormat kepada pemuda itu.
Ketika melihat ke tanah, perhatian mereka langsung teralih kepada Wang Lin, satu-satunya orang yang masih berdiri.
"Anggota klanku kurang sopan. Kalian telah melihat hal yang memalukan." Pemuda itu tersenyum kepada tujuh orang di atas ancient devil.
Kemudian, ia berpaling menatap pria kekar berzirah emas di samping Wang Lin.
"Liang Yun, apakah dia rekrutan barumu?"
"Melapor kepada Prince. Hamba tidak mengenal orang ini, dia baru saja muncul di sini. Dia bilang… dia ingin bertemu Prince. Hamba bersalah karena membiarkannya berada di sini… Hamba akan membunuhnya sekarang juga!" Pria besar berzirah emas itu memancarkan kemarahan dan niat membunuh.
"Tidak perlu!" ucap Prince dingin. Matanya berbinar dan tertuju pada Wang Lin.
"Tuo Luo, bunuh dia!"
Setelah Prince berbicara, ancient demon setinggi ratusan kaki di bawahnya melepaskan raungan hebat. Ia mengangkat cakar kanannya dan menggapai ke arah Wang Lin.
Seolah-olah ia ingin mencengkeram Wang Lin dan menghancurkannya! Cakar tajam itu seakan hendak merobek void. Cakar tersebut membawa demonic aura yang mengerikan dan semakin mendekat ke arah Wang Lin.
Akhir Chapter 2004
💬Komentar (0)
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *