Sea
Di Immortal Astral Continent, lima benua utama milik celestial clan dan 72 benua yang lebih kecil menempati lebih dari 50% wilayah Immortal Astral Continent. Hampir 50% sisanya adalah 36 negara milik Ancient clan, dengan 10% diantaranya merupakan lautan tak bertepi yang memisahkan Ancient clan dan celestial clan.
Lautan ini adalah laut terbesar di Immortal Astral Continent. Sepanjang tahun, permukaannya selalu diselimuti ombak ganas dan kabut tebal. Kaum mortal mustahil untuk melintasinya, dan bahkan cultivator di bawah tingkat cultivation tertentu tidak akan sanggup menembusnya.
Lautan ini menjadi penghalang alami yang menyulitkan kaum celestial dan Ancient untuk menyeberang ke wilayah satu sama lain.
Berbatasan langsung dengan lautan tersebut adalah Northern Continent, dan benua yang terletak paling utara adalah Cold Meng Continent. Benua ini tidak terlalu luas dan sebagian besar wilayahnya diselimuti salju.
Para cultivator yang tinggal di benua ini sudah terbiasa dengan iklim ekstrem tersebut. Sebagian besar dari mereka melatih cultivation method berunsur dingin. Sangat sedikit kaum mortal yang hidup di sini, dan semakin jauh seseorang melangkah ke utara, semakin jarang keberadaan kaum mortal.
Di ujung utara benua ini membentang lautan yang sangat luas. Jika seseorang melihat Cold Meng Continent dari ketinggian, benua itu tampak seperti sebongkah es yang terapung di tepi laut. Siang dan malam tempat itu dihantam oleh ombak laut, namun tak pernah meleleh.
Bahkan, orang-orang bisa melihat pecahan es hanyut di dalam air setiap kali ombak menghantam daratan benua.
Sejauh 10.000 kilometer dari tepi benua, tidak ada jejak kehidupan sama sekali. Bahkan para cultivator pun jarang datang ke tempat ini. Udaranya terlampau dingin, dan bagaimanapun juga, para cultivator masih memiliki tubuh jasmani. Tubuh mereka akan membeku menjadi es jika berada di sini, sehingga mereka tidak akan mampu bertahan hidup terlalu lama.
Angin dan salju melolong di angkasa. Kepingan-kepingan salju terbawa angin melayang tinggi ke udara sebelum akhirnya perlahan turun ke bumi.
Di dunia yang dipenuhi angin dan salju ini, daratan membentang tanpa batas. Tersembunyi di balik badai salju, tampak tiga sosok sedang berjalan dari kejauhan.
Di antara mereka bertiga, sosok yang berjalan paling depan mengenakan mantel dan memiliki rambut putih. Banyak salju menempel di rambutnya, dan lapisan salju yang tebal menutupi mantelnya. Pada setiap langkah yang diambilnya, rontokan salju berjatuhan hanya untuk digantikan oleh salju baru yang hinggap di tubuhnya.
Satu dari dua orang di belakangnya tampak seperti seorang pria tua, namun jika diperhatikan lebih dekat, dia sebenarnya adalah pria paruh baya. Tubuhnya diselimuti salju dan terlihat kaku membeku. Kedua tangannya terangkat di depan mulut, mengembuskan kabut putih setiap kali dia bernapas.
Setiap kali menatap orang di sampingnya, matanya dipenuhi rasa iri!
Seekor ular kecil bertengger di bahu pria ini, tetapi ular ini lebih menyerupai seekor naga. Makhluk itu berbaring malas di bahunya, dan setiap kali pria itu hendak membeku, ia akan mengembuskan napas hangat agar pria itu bisa terus berjalan.
Orang terakhir tampak seperti pria berbadan tegap, tetapi lebih tepatnya, dia bukanlah pria tegap melainkan pemuda kurus yang mengenakan pakaian kapas berlapis-lapis. Tubuhnya terlihat sangat menggembung dan dia berjalan dengan gaya angkuh. Dia kesulitan mengangkat kakinya setiap kali terperosok ke dalam salju.
Tempat ini sangat dingin, namun dahi pemuda itu justru bercucuran keringat yang menguapkan uap putih. Pemandangan itu terlihat sangat menggelikan.
Suara derit langkah kaki yang memijak salju teredam oleh lolongan angin. Tiga baris jejak kaki yang samar dengan cepat terhapus. Hanya suara percakapan mereka yang tidak sanggup ditelan oleh angin dan berhasil terdengar menembus badai.
"Tetap saja Grandpa Xu milikmu ini yang paling pintar. Di cave world memang seperti ini, dan di Immortal Astral Continent pun masih sama. Little Jinbiao, kau ingin merebut posisi Grandpa Xu-mu ini, tapi menyamai pun kau tidak sanggup!"
Pemuda yang mengenakan pakaian kapas berlapis-lapis itu menunjukkan ekspresi bangga. Dia menyapu keringat di wajahnya untuk memamerkan diri.
"Panas sekali hari ini, benar-benar terlalu panas. Aku tidak tahan, ini terlalu panas. Jin Biao, apa kau tidak merasa panas? Kenapa aku merasa sangat panas?"
Pria di sampingnya adalah Liu Jinbiao. Dia menatap Xu Liguo dengan tatapan tajam nan sengit. Baru saja dia hendak membuka mulut untuk berbicara, hembusan angin dingin bertiup melintas, membuatnya menggigil hebat hingga wajahnya berubah membiru.
“Eh, Jin Biao, kenapa kau menggigil di hari yang panas ini? Mungkinkah kau kedinginan? Jangan berpura-pura, kau tidak bisa membodohiku. Grandpa Xu-mu ini sudah melihat segalanya di ancestral city. Aku mendapatkan banyak harta karun dan hidup nyaman. Aku juga sempat menghangatkan tempat tidur Little Peach Flower, Little Peach Red, dan Little Peach Blue. Sungguh saat-saat yang menyenangkan. Jin Biao, bagaimana kau menghabiskan tahun-tahun ini?”
Xu Liguo memaksakan tatapan ramah, tetapi kebanggaan di mata dan ekspresinya membuat Liu Jinbiao ingin bertarung mati-matian dengannya.
“Ah, aku memakai terlalu banyak pakaian saat hari begitu panas. Kukatakan padamu, Liu Jinbiao, kau benar-benar terlihat kedinginan. Jangan khawatir, Grandpa Xu-mu ini adalah teman baikmu, aku akan memberimu…”
Xu Liguo menatap Liu Jinbiao dan sengaja menggantung kalimatnya.
Liu Jinbiao terkejut dan menunjukkan raut terperanjat saat Xu Liguo tersenyum jahil lalu melanjutkan perkataannya.
“Biar kuperkenalkan pakaian-pakaian berharga ini kepadamu. Begitu mendengarnya, kau bisa membayangkannya dan mungkin kau tidak akan terlalu kedinginan lagi. Bukankah kau memiliki dao of deception? Tipu dirimu sendiri bahwa kau sedang memakai pakaian hangat yang tak terhitung jumlahnya, maka kau tidak akan merasa dingin!”
Xu Liguo tampak emosional saat menyentuh pakaian di tubuhnya dan menggelengkan kepala.
“Pakaian ini adalah harta karun; terbuat dari Heavenly Cotton dan bisa menghasilkan banyak kehangatan. Grandpa Xu mencurinya dari Chen family!
“Baju katun ini juga harta karun. Begitu kau memakainya, kau merasa seperti berada di samping perapian. Grandpa Xu menghasut raja untuk mencurinya dari Zhao family!
“Yang ini…
“Yang ini…
“Dan juga yang ini…”
Xu Liguo memperkenalkannya satu per satu. Sebelum dia selesai berbicara, Liu Jinbiao meraung.
“Xu Liguo!!”
“Untuk apa kau memanggil nama Grandpa Xu-mu? Kau berani mencurinya di hadapan Master? Kau makin berani saja, Little Xu!”
Xu Liguo membelalakkan matanya dan menggulung lengan bajunya. Namun, dia memakai terlalu banyak lapisan pakaian. Setelah menggulung satu lapisan, masih ada lapisan lainnya, dan dia tidak bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat.
“Master… Lihat dia… Aku… aku….”
Liu Jinbiao menatap Xu Liguo, lalu beralih memandang Wang Lin yang berjalan di depan tanpa memedulikan raut wajah memohon darinya.
“Master, abaikan saja dia. Dia sendiri yang ingin meningkatkan cultivation-nya. Master, berjalanlah lebih pelan, salju di tanah licin. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Little Xu bisa menjaga dirinya sendiri.”
Xu Liguo bergegas berjalan ke belakang Wang Lin dan memijat bahu Wang Lin dari luar jubahnya. Dia berbalik dengan bangga dan menatap Liu Jinbiao dengan sengit.
Xu Liguo mengirimkan pesan divine sense.
“Kau ingin merebut posisi Grandpa Xu-mu di sisi Master? Cih, kau tidak memenuhi syarat. Saat Grandpa Xu-mu ini mengikuti Master, kau masih minum susu di suatu tempat!”
“Kau…”
“Ada apa denganku? Bukankah aku yang menyarankan kepada Master bahwa karena cultivation kita tidak cukup tinggi, kita harus berjalan melintasi utara dengan kekuatan kita sendiri? Ini akan membuat tekad kita lebih kuat, sekaligus meningkatkan cultivation kita!
“Aku yang mengatakannya, lalu kenapa!? Tingkat cultivation-ku tidak setinggi milikmu dan aku tidak punya naga konyol itu untuk membantuku. Aku takut dingin, jadi aku memakai beberapa baju katun. Apa yang membuatmu begitu marah? Kalau kau punya baju katun, pakai saja.” Xu Liguo mendengus.
Melihat mereka berdua hendak melanjutkan pertengkaran, Wang Lin mengerutkan kening. Sejak mereka berdua muncul, mereka tidak berhenti bertengkar.
“Cukup. Liu Jinbiao, jika kau tidak sanggup bertahan, aku bisa mengirimmu kembali ke storage space.”
Wang Lin berhenti dan menatap Liu Jinbiao yang menggigil kedinginan.
“Aku tidak boleh memberi Xu Liguo kesempatan untuk berdua saja dengan Master. Orang ini bisa saja mengatakan hal buruk tentangku!” Liu Jinbiao menggertakkan gigi dan menggelengkan kepalanya.
“Master, aku… aku masih sanggup bertahan!”
Tubuh Liu Jinbiao menggigil, bahkan suaranya pun gemetar.
“Xu Liguo, lepaskan beberapa lapis pakaianmu dan berikan kepada Liu Jinbiao.”
Wang Lin bisa serta-merta membaca pikiran mereka, lalu melangkah ke kejauhan.
Dengan enggan, Xu Liguo melepaskan beberapa helai pakaian dan melemparkannya kepada Liu Jinbiao. Mereka berdua saling menatap dengan sengit beberapa kali dan saling mengutuk lewat tatapan mata sebelum menyusul Wang Lin.
Waktu berlalu. Wang Lin sama sekali tidak terburu-buru saat melangkah melewati bagian utara Northern Continent menuju lautan luas. Udara dingin menjadi semakin menusuk hingga Xu Liguo pun tak sanggup menahannya. Wang Lin mengibaskan lengannya, lalu menghilang bersama mereka berdua.
Saat muncul kembali, ia sudah berada di tepi benua. Di hadapannya terbentang lautan gelap dengan ombak yang mengamuk. Bongkahan-bongkahan es besar saling berbenturan, menciptakan gemuruh yang membahana bagaikan guntur.
"Setelah melintasi ini, aku akan sampai di Ancient clan..."
Wang Lin mengibaskan tangannya, memasukkan Liu Jinbiao dan Xu Liguo kembali ke dalam storage space. Ia merenung sejenak dalam diam sebelum tubuhnya berkelebat dan muncul di atas bongkahan es raksasa.
Berdiri di atas es, Wang Lin menatap kembali ke arah celestial clan.
Saat menatap celestial clan, segala hal yang telah terjadi di sana terbayang kembali di matanya. Kenangan-kenangan itu bagaikan angin laut yang dingin, membuat rambut putihnya berkibar dan melambai.
Es di bawah kaki Wang Lin naik turun mengikuti alunan laut. Bongkahan es itu perlahan hanyut ke kejauhan, kian menjauh dari celestial clan. Sosok celestial clan pun lambat laun kabur dari pandangan Wang Lin.
Ia berdiri di sana, menatap samar celestial clan seiring dirinya yang kian hanyut menjauh. Saat ia hanyut kian jauh, ia melihat banyak wajah familiar yang seolah-olah perlahan sirna.
"Madman... Setelah aku kembali..."
Wang Lin tidak menggumamkan bagian kedua dari kalimat itu. Matanya dipenuhi dengan ketetapan hati dan ketegasan!
Entah berapa lama waktu telah berlalu, Wang Lin tidak lagi bisa melihat celestial clan, hanya ombak lautan yang tersisa. Di garis cakrawala yang jauh, matahari perlahan terbenam, memperlihatkan sang surya merah membara yang kian merendah. Saat dunia berubah menjadi gelap, Wang Lin membalikkan badannya.
"Teacher Xuan Luo... Disciple datang."
Mata Wang Lin berbinar terang saat ia mengangkat kakinya. Ia menghilang dari atas bongkahan es tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Akhir Chapter 2001
💬Komentar (0)
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *